09 Januari 2018

MAKALAH FISIKA TEKNOLOGI DAN DIGITAL

MAKALAH FISIKA
TEKNOLOGI DAN DIGITAL







Disusun Oleh :
ASHARI







Kelas : XII IPA SMA N 10 BATAM


TEKNOLOGI DIGITAL
Teknologi komunikasi digital adalah teknologi yang berbasis sinyal elektrik komputer, sinyalnya bersifat terputus-putus dan menggunakan sistem bilangan biner. Bilangan biner tersebut akan membentuk kode-kode yang merepresentasikan suatu informasi tertentu.
A.    TRANSMISI DATA
Pada dasarnya sistem transmisi merupakan proses penjalaran suatu bentuk energi dari satu titik ke titik yang lainnya.
1.      Bilangan Biner dan Heksadesimal
Bilangan Biner adalah Bilangan yang menggunakan 2 angka,yaitu 0 dan 1.Bilangan Biner ialah Bilangan yang berbasis 2.Setiap Bilangan pada biner disebut bit,1 byte= 8 bit.contoh penulisan bilangan Biner :
a. 00002
b. 00012
c. 00102
d. 00112
e. 01002
Bilangan Heksadesimal atau bilangan Heksa adalah Bilangan yang menggunakan 16 angka,yaitu 0-9 dan dilanjutkan oleh alfabet A-F. (A=10,B=11,C=12,D=13,E=14,F=15).Bilangan Heksa ini Berbasis 16.contoh penulisan HeksaDesimal:
a. C516
b. 7F816
c. 9A16

Konveksi Biner ke Desimal
Cara mengkonversi bilangan biner ke desimal adalah dengan mengalikan satu-satu bilangan dengan 2 (basis biner) pangkat 0 atau 1 atau 2 dst dimulai dari bilangan paling kanan. Kemudian hasilnya dijumlahkan. Misal, 11001(biner) = (1x20) + (0x21) + (0x22) + (1x2) + (1x22) = 1+0+0+8+16 = 25(desimal).
Konversi Decimal ke Biner
Cara konversi bilangan desimal ke biner adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 2 dan menyimpan sisa bagi per seitap pembagian terus hingga hasil baginya < 2. Hasil konversi adalah urutan sisa bagi dari yang paling akhir hingga paling awal. Contoh:
125(desimal) = .... (biner)
125/2 = 62 sisa bagi 1
62/2= 31    sisa bagi 0
31/2=15     sisa bagi 1
15/2=7       sisa bagi 1
7/2=3         sisa bagi 1
3/2=1         sisa bagi 1
hasil konversi: 1111101
Lihat gambar:  
Bilangan Biner ke Hexadesimal

Bilangan biner dikelompokkan menjadi empat-empat terlebih dahulu. Contoh lihat gambar:
2.      Sinyal Analog dan Digital
Sinyal adalah suatu isyarat untuk melanjutkan atau meneruskan suatu kegiatan.Biasanya sinyal ini berbentuk tanda-tanda, lampu-lampu, suara-suara, dll. Dalam kereta api,misalnya, sinyal berarti suatu tanda untuk melanjutkan atau meneruskan perjalanan ketempat/stasiun berikutnya, dan biasanya sinyal ini dikirimkan oleh stasiun yang terkait.Dalam dunia elektronika, dikenal dua macam sinyal yaitu sinyal analog dan sinyal digital.Secara umum, sinyal didefinisikan sebagai suatu besaran fisis yang merupakan fungsi waktu,ruangan atau beberapa variable.
Sinyal analog / Isyarat Analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/ karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog.
Gelombang pada Sinyal Analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.
·         Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.
·         Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.
·         Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.
Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1.Teknologi Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau/noise, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Sinyal Digital juga biasanya disebut juga Sinyal Diskret.
Sistem Sinyal Digital merupakan bentuk sampling dari sytem analog. digital pada dasarnya di code-kan dalam bentuk biner (atau Hexa). besarnya nhlai suatu system digital dibatasi oleh lebarnya / jumlah bit (bandwidth). jumlah bit juga sangat mempengaruhi nilai akurasi system digital.

Tiga tahap PCM (pulse code modulation)
a.      Sampling
Sinyal analog di sampling setiap interval waktu tetap, misalnya T sekon. Faktor yang paling penting dalam sampling adalah laju saat sinyal analog di sampling
b.      Kuantisasi
Kuantisasi adalah pemberian nilai level kuantum berupa bilangan bulat berurutan  mulai dari nol. Kuantisasi merupakan pendekatan dari nilai analog sesaat. Kuantisasi dikerjakan diantara nilai amplitude maksimum dan nilai amplitude minimum.
c.       Pengodean
Pada pengodean (member kode biner), tiap nilai level kuantum yang merupakan nilai pendekatan dikonversi kedalam kode biner
Konversi sinyal analog ke sinyal digital
Teknik pengubahan :
a.       System loop terbuka
b.      Tegangan ke frekuensi
Pengubah tegangan ke frekuensi merupakan suatu sistem sederhana yang dapat dipakai bila tidak membutuhkan ketelitian tinggi. Masukan analog dikirimkan ke osilator terkendali tegangan. Osilator menghasilkan sinyal keluaran yang merupakan suatu fungsi linear dari isyarat masukan. Keluaran sinyal osilator kemudian dikirimkan ke pencacahuntuk diubah menjadi isyarat digital.
c.       Tegangan ke lebar pulsa
Di sini tegangan masukan analog digunakan untuk mengendalikan lebar pulsa keluaran suatu ekamantap. Pulsa ekamantap digunakan untuk membuka gerbang untuk memungkinkan clock frekuensi tetap yang mantap untuk dicacah.

3.      Transmisi dan Penerimaan Sinyal Digital
Macam dan fungsi alat pada transmisi dan penerimaan sinyal digital :
Ø  Sample and bold, mengukur level tegangan analog.
Ø  Clock, mengatur kelajuan proses transmisi.
Ø  Analogue-to-digital converter, mengubah tegangan analog ke digital.
Ø  Shift register, pengambilan bit.
Ø  DAC,mengubah sinyal digital kembali ke tegangan analog.

Time Division Multiplexing (TDM)
TDM merupakan suatu metode yang umum digunakan untuk mentransmisi banyak sinyal digital sepanjang saluran yang sama pada saat bersamaan.

4.      Keunggulan Transmisi Data Digital terhadap Transmisi Data Analog

no
Transmisi data analog
Transmisi data digital
1
Dirancang untuk suara (voice)
Dirancang untuk data dan suara
2
Tidak efisien untuk data
. Informasi discrete-level
3
 Banyak terdapat noise dan rentan kesalahan (error)
Rentan kesalahan rendah
4
Kecepatannya relatif rendah
Kecepatan tinggi
5
Overhead tinggi
Overhead rendah
6
Setiap sinyal analog dapat dikonversi ke bentuk digital.
Setiap sinyal digital dapat dikonversi ke analog

5.    Media Transmisi Data
Media transmisi dikelompokan menjadi dua :
Media transmisi guided, merupakan media kasat mata.
Media transmisi unguided, yang menstransmisikan data tetapi tidak bertugas sekaligus sebagai pemandu yang mengarahkan sinyal ke tujuan nya (misalnya, microwave,radio dan inframerah)
v  Kawat Tembaga
Kawat kawat membawa arus listrik yang tidak konstan. Ini berarti medan magnetic yang dihasilkannya akan berubah. Kawat yang didekatnya akan dipengaruhi oleh medan magnetic dan ini akan menghasilkan cross talk,yaitu noise dan gangguan dalam panggilan yang dibawa oleh kawat di dekatkan (ditelepon terdengar percakapan orang lain). Oleh karena itu diusahakan kawat kawat terpisah sejauh mungkin supaya mengurangi pengaruh interferensi dari satu kawat pada kawat lainnya.

v  Kabel Kawat Terpilin.
Seperti halnya kabel coaxial, twisted pair ini juga dibagi atas 2 jenis yaitu Unshielded Twisted Pair atau lebih dikenal dengan singkatan UTP dan Shielded Twisted Pair atau STP. Sesuai dengan namanya jelas bahwa perbedaan keduanya terletak pada shield atau bungkusnya. Pada kabel STP di dalamnya terdapat satu lapisan pelindung kabel internal sehingga melindungi data yang ditransmisikan dari interferensi atau gangguan. Kabel UTP jauh lebih popular dibandingkan dengan STP dan paling banyak digunakan sebagai kabel jaringan. UTP dispesifikasikan oleh organisasi EIA/TIA atau Electronic Industries Association and Telecommuniation Industries Association yang mengkategorikan UTP ini dalam 8 kategori. Anda mungkin pernah mendengar UTP CAT 5 dan sebagainya. Itu merupakan salah satu kategori UTP. Adapun kategori UTP yang ada di pasaran saat ini adalah kategori 1, 2, 3, 4, 5+, 6, 7. Adapun yang membedakan dalam hal kategori ini terutama dalam masalah kecepatan transmisi. Pada kategori yang pertama atau 1 hanya bisa mentransmisikan suara/voice saja tidak termasuk data. Pada kategori 2, kecepatan maksimum transmisi sampai 4 Mbps. Kategori 3 sampai 10 Mbps, kategori 4 sampai dengan 16 Mbps, kategori 5 sampai 100 Mbps dan cat 5+, 6 dan 7 sudah bisa mencapai 1 Gbps atau 1,000 Mbps.

v  Kabel koaksial
Dewasa ini kabel coaxial merupakan media transmisi yang paling bnayak digunakan pada Local Area Network dan menjadi pilihan  banyak orang karena selain harganya murah, kabel jenis ini juga mudah digunakan. Kabel coaxial ini terbagi lagi menjadi 2 bagian yaitu kabel coaxial baseband  (kabel 50 ohm) yang digunakan untuk transmisi digital dan dan kabel coaxial broadband (kabel 75 ohm) yang digunakan untuk transmisi analog.

v  Kabel Serat Optik
Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Berdasarkan mode transmisi yang digunakan serat optik terdiri atas Multimode Step Index, Multimode Graded Index, dan Singlemode Step Index. 
Keuntungan serat optik adalah lebih murah, bentuknya lebih ramping, kapasitas transmisi yang lebih besar, sedikit sinyal yang hilang, data diubah menjadi sinyal cahaya sehingga lebih cepat,tenaga yang dibutuhkan sedikit, dan tidak mudah terbakar. 
Kelemahan serat optik adalah biaya yang mahal untuk peralatannya, memerlukan konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang rumit, memerlukan peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya, serta untuk perbaikan yang kompleks membutuhkan tenaga yang ahli di bidang ini. 
Sudut kritis adalah sudut yang menghasilkan sudut bias sebesar . Andaikan indeks bias inti kaca dan lapisan kaca masing masing adalah 1 dan 2.  (Dengan 1   2 ). Maka sudut kritis c dapat anda hitung dengan hokum 2 Snellius.
1 c = 2 2
 




Sudut penerimaan, sudut datang maksimum dari medium di luar serat optic missal nya udara menuju ke inti serat optic yang akan menghasilkan pemantulan sempurna dalam inti sepanjang kabel. Rumus sudut penerimaan.
12 –n22)1/2
 




Keunggulan serat optic sebagai media transmisi dibandingkan dengan kabel pasangan terpilan dan kabel koaksial adalah sebagai berikut :
Ø  Bandwidth yang lebih besar
Ø  Ukuran yang lebih kecil dan berat yang lebih ringan
Ø  Pelemahan sinyal yang lebih rendah
Ø  Diidolasi terhadap elektromagnetik sehingga tidak mudah terkena interferensi dari elektromagnetik eksternal
Ø  Jarak antar-repeater (pengulang)yang lebih jauh.

Transmisi unguided
Adalah transmisi data tanpa menggunakan kabel yang kasat mata.oleh karena itu,transmisi tanpa kabel (wireless)adalah suatu bentuk dari media unguided. Sinyal tanpa kabel dipancarkan oleh antena pemancar, disebar ke udara dan diterima serta diartikan oleh antenna penerima. Ketika antena dihubungkan ke rangkaian listrik sebuah computer atau peralatan wireless, rangkaian listrik ini mengonversi data digital ke sinyal wireless dan menyebarkan ke seluruh penjuru dalam jangkauan frekwensinya. Penerima diujung yang lain menerima sinyal sinyal  ini dan mengubahnya kembali ke data digital. Jadi, pada transmisi tanpa kabel sinyal dari pemancar dibawa dalam bentuk gelombang radio dan disebarkan di udara untuk sampai ke penerima. Perambatan gelombang radio  tanpa kabel dapat berjalan melalui tiga jalur, yaitu gelombang permukaan (ground waves), gelombang langit (sky waves), dan gelombang angkasa (space waves).

6.    Prinsip Kerja Telepon Seluler
Telepon merupakan alat komunikasi  yang digunakan untuk menyampaikan pesan suara (terutama pesan yang berbentuk percakapan). Kebanyakan telepon beroperasi dengan menggunakan transmisi sinyal listrik dalam jaringan telepon sehingga memungkinkan pengguna telepon untuk berkomunikasi dengan pengguna lainnya.
Telepon Seluler atau yang sering disebut Hand Phone atau HP merupakan paduan perpaduan antara Teknologi Telepon dengan Teknologi Radio. Tetapi dalam perkembangannya Teknologi Komputer juga masuk dengan mulus pada telepon seluler ini.
Sebelum adanya teknologi seluler, setiap orang yang membutuhkan komunikasi bergerak harus memasang Telepon radio di dalam mobilnya. Untuk melayani telepon radio ini, setiap kota didirikan sebuah menara sentral, yang cukup besar agar mampu menjangkau jarak yang cukup jauh, mungkin sekitar 70 km. Menara sentral ini masih mempunyai saluran yang sangat terbatas. Tidak lebih dari 50 saluran, artinya menara sentral tidak akan mampu melayani lebih dari jumlah saluran yang dimilikinya pada saat yang bersamaan, yang mana keadaan seperti ini akan membuat kemampuan untuk melayani telepon radio juga sangat terbatas. Dengan telepon radio / telepon mobil ini berarti kita juga harus mempunyai pesawat transmisi yang kuat yang cukup mampu untuk mengirim sinyal pada jarak yang cukup jauh.
Teknologi seluler membagi sebuiah kota menjadi sel-sel kecil dengan luas wilayah tertentu. Sistem ini memungkinkan frekuensi yang luas digunakan berkali-kali di seantero kota, sehingga memungkinkan jutaan orang dapat menggunakan telepon sel-sel yang disebut sebagai “Seluler” itu secara bersamaan. Setiap sel memiliki sebuah Base Transmission Station ( BTS ), yang terdiri dari sebuah menara dan sebuah bangunan berisi perlengkapan pemancaran dan penerimaan sinyal telepon. BTS inilah yang akan melayani setiap panggilan telepon selular, menerima sinyal, mengolah, dan kemudian menghubungkan ke nomor yang dituju.
 








Karena dalam satu kota atau wilayah terdapat banyak BTS, maka ponsel akan dilayani oleh BTS yang ada di sekitar Ponsel kita, terutama yang paling dekat. Pelayanan ini akan berpindah secara otomatis, manakala telepon kita sedang bergerak dari wilayah layanan BTS yang satu ke wilayah layanan BTS yang lain.

Prinsip dasar telepon
Ketika gagang telepon diangkat, posisi telepon disebut off hook. Lalu sirkuit terbagi menjadi dua jalur di mana bagian positifnya akan berfungsi sebagai Tip yang menunjukkan angka nol sedangkan pada bagian negatif akan berfungsi sebagai Ring yang menunjukkan angka -48V DC. Kedua jalur ini yang nantinya akan memproses pesan dari sender untuk sampai ke receiver. Agar dapat menghasilkan suara pada telepon, sinyal electrik ditransmisikan melalui kabel telepon yang kemudian diubah menjadi sinyal yang dapat didengar oleh telepon receiver. Untuk teknologi analog, transmisi sinyal analog yang dikirimkan dari central office (CO) akan diubah menjadi transmisi digital. Angka-angka sebagai nomer telepon merupakan frekuensi tertentu yang memiliki satuan Hertz. Hubungan utama yang ada dalam sirkuit akan menjadi on hook ketika dibuka, lalu akan muncul getaran. Bunyi yang muncul di telepon penerima menandakan telepon telah siap digunakan.

B.     PENYIMPANAN DATA DIGITAL
1.      Compact Disc
Cakram Digital dalam bahasa Inggris Compact Disc, disingkat CD), cakram padat, atau cakram optik adalah sebuah piringan optikal yang digunakan untuk menyimpan data secara digital. Keuntungan yang diperoleh dari CD adalah kualitas suara yang dihasilkan tidak mungkin sebagus yang ada di kaset, selain itu CD sangat ringan dan mudah dibawa serta merupakan barang yang sangat tahan lama. CD menawarkan kapasitas penyimpanan data yang besar serta kapabilitas produksi.
Keunggulan CD adalah bentuknya yang sangat simpel dan ringkas, kualitas suaranya yang jernih, kemampuan merekamnya yang hebat, dapat merekam hingga lebih dari 700 mega byte, selain itu perawatannya juga mudah. Prinsip dasar perawatannya sama seperti piringan hitam, selama tidak baret-baret CD itu akan baik-baik saja.
Terdapat banyak alat untuk dapat memutar sebuah CD. CD dapat diputar apabila sensor yang berbentuk seperti mata yang terdapat di alat pemutar CD dapat membaca CD tersebut. Untuk itulah mengapa penting agar CD tetap dijaga keadaanya dan tidak baret-baret, karena kalau ada baretan akan ada masalah dalam membaca CD tersebut.
Kelebihan lainnya, lagu-lagu yang terdapat dalam CD dapat dipindahkan ke komputer dengan cara di rip yang nantinya dapat dengan mudah kita pindahkan lagi ke alat-alat pemutar musik portable seperti iPod.

2.      Alat Penyimpan Data Lainnya
a.      Pita Magnetik
Pita magnetic popular pada tahun 1960-an dan 1970-an, tetapi sekarang semua telah digantikan dengan CD. Media penyimpanan pita magnetic terbuat dari bahan magnetic yang dilapiskan pada plastic tipis, seperti pada pita kaset. Pita magnetic menyimpan data dalam bentuk analog dan perekaman data dilakukan secara sekuensial sehingga untuk mengakses data yang kebetulan terletak ditengah, drive terpaksa harus memutar gulungan pita hingga head mencapai tempat data tersebut. Ini jelas memerlukan waktu yang relative lama.

b.      Floppy Disk
Floppy Disk (Disk Drive) adalah alat untuk membaca disket sebagai tempat menulis dan menyimpan data serta menjalankan sistem operasi dan aplikasi. Pada tahun 1990-an sampai dengan 2002 masih banyak menggunakan disket sebagai media penyimpanan data dan menjalankan sistem operasi dan aplikasi. Jenisnya terdiri dari 5.1/4 inci (ukuran besar) = 360-720 kb dan 3.1/5 inci (ukuran kecil) = 1,4 Mb. Sejak tahun 2003 sampai sekarang, alat yang satu ini mulai tidak digunakan lagi, karena kebanyakan orang lebih suka menggunakan flashdisk atau CD/DVD bahkan eksternal harddisk dan memory card.

c.       Flash Disk
Flash Disk adalah media penyimpan dari floppy driveB jenis lain yang umumnya mempunyai kapasitas memori 128 MB s/d 64 GB, dengan menggunakan interface jenis USBC (Universal Serial Bus), sangat praktis dan ringan dengan ukuran berkisar 96 x 32 mm dan pada bagian belakang bentuknya agak menjurus keluar, digunakan untuk tempat penyimpanan baterai jenis AAA dan LCD (Untuk Fitur MP3, Voice Recording dan FM Tuner) dan terdapat port USB yang disediakan penutupnya yang berbentuk sama dengan body utamanya. Flash disk termasuk alat pemyimpanan data memory flash tipe NAND (Umumnya digunakan pada Kamera Digital), ada juga yang dikemas dalam ukuran kecil menjadi Compact Flash, SD-Card, MMC dan sejenisnya.

d.      Kartu Memori
Kartu memori adalah sebuat alat penyimpan data digital; seperti gambar digital, berkas digital ,suara digital dan video digital. Kartu memori biasanya mempunyai kapasitas ukuran berdasarkan standard bit digital yaitu 16MB, 32MB,64MB, 128MB, 256MB dan seterusnya kelipatan dua. Kartu memori terdapat beberapa tipe yang sampai sekarang ini ada sekitar 43 jenis. Jumlah kapasitas terbesar saat ini adalah tipe CF (Compact Flash) dengan 8 GB (info : 1 GB = 1024MB, 1048576KB). Untuk membaca data digital yang disimpan di dalam kartu memori kedalam komputer, diperlukan perangkatpembaca kartu memori (memory card reader).

e.       Hard Disk
Hard Disk adalah perangkat keras komputer/laptop yang bekerja secara sistematis dimana menjadi media penyimpanan data. Data-data yang telah disimpan di dalam perangkat harddisk tidak akan hilang. Bahkan apabila pengguna mematikan perangkat komputer/laptop. Dengan kata lain, harddisk memiliki peran sebagai media penyimpanan yang bersifat permanen (data-data tidak akan hilang atau terhapus). Kapasitas daya tampung daripada harddisk itu sendiri juga terbilang cukup besar. Dimana kalkulasi yang dipakai adalah dalam ukuran Byte (B).
Fungsi perangkat hard disk secara umum adalah untuk menyimpan data yang dihasilkan oleh pemrosesan perangkat komputer/laptop. Di dalamnya, terdapat sebuah ruang simpan utama dalam sebuah komputer. Dimana di situlah setiap data dan informasi disimpan olehnya. Selain memiliki ruang utama, harddisk juga mempunyai komponen-komponen bagian. Adalah semacam ruang kecil yang terdiri atas direktori, folder, subdirektori, serta subfolder, yang digunakan untuk peletakan data dan informasi dari ruang utama harddisk.

f.        RAM
RAM adalah memory tempat penyimpanan sementara pada saat komputer dijalankan dan dapat diakses secara acak atau random. Fungsi dari RAM adalah mempercepat pemprosesan data pada komputer. Semakin besar RAM yang dimiliki, semakin cepatlah komputer. Berikut adalah jenis-jenis dari RAM.
·         RAM (Dynamic RAM) adalah jenis RAM yang secara berkala harus disegarkan oleh CPU agar data yang terkandung didalamnya tidak hilang.
·         SDRAM (Sychronous Dynamic RAM) adalah jenis RAM yang merupakan kelanjutan dari DRAM namun telah disinkronisasi oleh clock sistem dan memiliki kecepatan lebih tinggi daripada DRAM. Cocok untuk sistem dengan bus yang memiliki kecepatan sampai 100 MHz.
Keuntungan alat penyimpanan digital
                        Seperti telah dibahas, alat penyimpanan digital memberikan banyak keuntungan dibandingkan dengan alat penyimpanan analog, diantara nya adalah sebagai berikut :
·         Kapasitas penyimpanan datanya adalah besar dalam peralatan digital.
·         Akses ke data tertentu yang disimpan adalah cepat.
·         Perbaikan data adalah cepat.
·         Penyimpanan nya dapat diandalkan.
·         Data yang disimpan dapat dikopi atau dihapus dengan mudah.
·         Data yang disimpan dapat dienkripsi.
·         Data dapat diproses dan dimanipulasi oleh sebuah computer.
·         Data dapat diangkut dengan mudah secara fisik ataupun secara elektronik.

3.      Penerapan Teknologi Digital dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi
a.      Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perusahaan.
Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan.
b.      Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis.
Dalam dunia bisnis Perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.

c.       Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan
Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening